3 Proyek Ambisius yang Mengubah Pulau Bali

3 Proyek Ambisius yang Mengubah Pulau Bali

Bali, yang seringkali identik dengan pantai-pantai yang masih asli dan budaya yang dinamis, sedang mengalami transformasi yang menjanjikan untuk mendefinisikan kembali lanskap pulau ini dan meningkatkan kehidupan penduduk dan pengunjungnya. Dalam artikel ini, kita akan mendalami tiga proyek ambisius yang dirancang untuk merevolusi infrastruktur dan konektivitas Bali. Mulai dari sistem Light Rail Transit yang modern hingga teknologi telekomunikasi yang canggih dan jalan tol yang luas, inisiatif-inisiatif ini siap untuk membentuk masa depan Bali dengan cara yang luar biasa.

1. LRT Bali (Light Rail Transit) – Menjadikan Bali Lebih Mudah Diakses

Peta LRT Bali

Peta Konseptual Light Rail Transit Bali – tidak resmi (Sumber: Indonesia Expats).

Bayangkan sebuah jaringan kereta api modern yang menghubungkan lanskap Bali yang subur, menyediakan transportasi yang efisien antar tujuan utama. Proyek Light Rail Transit (LRT) yang diusulkan bertujuan untuk mendefinisikan kembali transportasi Bali, menjanjikan perjalanan yang lebih cepat dan lebih mudah diakses.

Proyek LRT Bali merupakan pembangunan infrastruktur signifikan yang dirancang untuk meningkatkan transportasi di pulau tersebut. Peletakan batu pertama diharapkan dilakukan pada awal tahun 2024, dan penyelesaiannya ditetapkan pada tahun 2027. Membentang dari Bandara Internasional Ngurah Rai hingga Seminyak, dan kemungkinan meluas hingga Canggu, LRT ini akan menempuh jarak sekitar 20 kilometer dengan empat stasiun dan membutuhkan investasi sebesar Rp 10 triliun. Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Bali untuk mengembangkan sistem transportasi umum yang terintegrasi, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi yang membahayakan lingkungan. LRT juga merupakan solusi terhadap meningkatnya jumlah penumpang udara, dengan perkiraan jumlah penumpang sebesar 24 juta penumpang pada tahun 2025. Hal ini menjawab tantangan dalam meningkatkan akses ke dan dari bandara Ngurah Rai, sehingga menjadikan transportasi lebih efisien.

2. Menara Turyapada – Landmark Baru Bali

Render Gambar Menara Turyapada

Render Gambar Menara Turyapada masa depan (Sumber: Kelas Dunia).

Proyek Menara Turyapada di Bali dirancang untuk menyediakan kemampuan telekomunikasi penting ke bagian utara, timur, dan barat Pulau Bali. Tujuannya untuk menghilangkan kesenjangan komunikasi di Buleleng, Jembrana, dan Karangasem sekaligus bertransformasi menjadi destinasi wisata bertingkat. Proyek ambisius ini akan menciptakan lapangan kerja, mendukung bisnis lokal, dan menarik investasi ke Bali Utara. Berdiri di ketinggian 115 meter dan 1.521 meter di atas permukaan laut, Menara Turyapada dirancang untuk bertahan minimal 500 tahun, dibentengi dari gempa bumi dan angin. Selain telekomunikasi, menara ini akan dilengkapi dengan planetarium, skywalk, restoran berputar, ruang konvensi, dan museum yang menampilkan teknologi dan budaya Bali dari berbagai era. Konstruksi sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada pertengahan 2024.

3. Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi – Menghubungkan Wilayah Bali Barat hingga Tengah

Peta Jalan Tol Gilimanuk Mengwi

Peta Tol Gilimanuk-Mengwi dengan exit berbeda (Sumber: SuaraKalbar).

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan proyek nasional penting yang menghubungkan pelabuhan Gilimanuk bagian barat dengan wilayah tengah Mengwi. Tol ini terbagi menjadi tiga seksi sepanjang 96,84 kilometer, tiga kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa. Dengan perkiraan biaya sebesar Rp24,6 triliun, penyelesaiannya ditargetkan pada tahun 2028, dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2025. Pemerintah Bali bertujuan untuk meningkatkan konektivitas di provinsi tersebut, sehingga mengurangi waktu perjalanan antara Jembrana dan Mengwi. Jalan tol ini akan mengakomodasi angkutan umum, mobil, truk, moped, dan sepeda, sehingga mendorong inklusivitas. Perkembangan jalan tol Gilimanuk-Mengwi melambangkan komitmen Bali terhadap efisiensi transportasi dan peningkatan konektivitas, membuka jalan bagi aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan

Melihat masa depan Bali, jelas bahwa proyek-proyek ambisius ini lebih dari sekedar pembangunan infrastruktur. Hal ini mewakili komitmen Bali terhadap pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan konektivitas, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduk dan wisatawan. Dengan adanya proyek Light Rail Transit, Menara Turyapada, dan Tol Gilimanuk-Mengwi, Bali tidak hanya menganut modernisasi tetapi juga tetap menjaga pesona unik dan keindahan alamnya. Upaya transformatif ini merupakan bukti dedikasi pulau ini terhadap kemajuan dan visinya untuk menjadi destinasi kelas dunia dengan transportasi dan konektivitas yang lebih baik untuk semua. Masa depan Bali memang menjanjikan, dan proyek-proyek ini merupakan batu loncatan menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih mudah diakses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian

Membandingkan